Rabu, 15 Desember 2010

Neraca Pembayaran Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN

Seiring dengan meningkatnya kegiatan perekonomian di dunia maka kebutuhan akan pencatatan aktivitas perekonomian dan perdagangan di setiap Negara mutlak diperlukan. Salah satu cara pencatatan aktivitas tersebut adalah dengan menggunakan suatu neraca pembayaran. Tujuan penyusunan neraca pembayaran ini adalah untuk memberitahukan kepada pemerintah dan siapa saja yang membutuhkan atau berkepentingan mengenai posisi internasional dari Negara yang bersangkutan secara keseluruhan. Data-data seperti ini tentunya sangat diperlukan bagi penyusun kebijakan-kebijakan moneter, fiscal, dan perdagangan. Bagi kalangan swasta, data-data pada neraca pembayaran juga penting untuk menyusun perencanaan dan strategi bisnis. Pemerintah dari suatu Negara biasanya juga meminta rincian informasi dan data-data neraca pembayaran dari Negara lain yang menjadi mitra dagangnya. Informasi yang terkandung dalam neraca pembayaran dari suatu Negara juga sangat dibutuhkan oleh kalangan perbankan, perusahaan-perusahaan multinasional dan siapa saja yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam kegiatan perdagangan dan keuangan internasional.












BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Neraca Pembayaran Internasional
Neraca pembayaran intenasional suatu negara yang biasanya disebut juga  neraca pembayaran, neraca pembayaran luar negeri, balance of payment biasa didefinisikan sebagai suatu ringkasan pernyataan atau laporan yang pada intinya menyebutkan semua transaksi yang dilakukan oleh penduduk Negara lain, dan kesemuanya dicatat dengan metode dan dalam kurun waktu tertentu. Pada umumnya jangka waktu yang digunakan adalah satu tahun.
Transaksi-transaksi dalam neraca pembayaran intemasional perlu dibedakan transaksi-transaksi mana yang merupakan transaksi kredit dan transaksi mana yang merupakan transaksi debet. Karena tanpa adanya pembedaan ini suatu neraca pembayaran intenasional tidak akan mempunyai arti sama sekali. Dalam kita menggolong-golongkan transaksi-transaksi intenasional ke dalam transaksi kredit dan transaksi debet, prinsip-prinsip yang perlu kita perhatikan adalah (Soediyono, 1991:58):
a.  Suatu transaksi merupakan transaksi kredit, apabila transaksi tersebut timbulnya atau bertambahnya hak bagi penduduk negara yang mempunyai   neraca  pembayaran   internasional  tersebut  untuk menerima pembayaran dari negara lain.
b. Suatu transaksi merupakan transaksi debit, apabila transaksi tersebut mengakibatkan timbulnya atau bertambahnya kewajiban bagi penduduk negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk mengadakan pembayaran kepada penduduk negara lain.

Selain itu, neraca pembayaran masih memerlukan beberapa penjelasan lebih lanjut, dengan alasan Pertama, adalah terlalu sulit untuk membayangkan bahwa jutaan transaksi yang berlangsung setiap tahun antara penduduk suatu Negara dengan penduduk dari Negara lain dapat dicatat dengan lengkap dan detail pada neraca pembayaran. Dalam prakteknya, yang tercatat dalam neraca pembayaran hanya sekedar rangkuman dari setiap transaksi yang masing-masing diketegorikan dalam pos-pos tertentu demi memudahkan pencatatan dan pengolahannya. Sebagai sebuah ringkasan, data-data yang terdapat pada neraca pembayaran merangkum seluruh kegiatan perdagangan dan ekonomi pada umumnya dalam beberapa jenis transaksi yang kemudian dibakukan sebagai standart penyusunan neraca pembayaran. Kedua, neraca pembayaran juga memuat transaksi-transaksi di mana penduduk dari Negara lain tidak secara langsung terlibat, misalnya ketika bank sentral dari Negara yang bersangkutan menjual sebagian asset-aset cedangan internasionalnya kepada bank-bank komersial domestic.
Transaksi internasional diartikan sebagi aktivitas pertukaran barang, jasa, atau asset antara penduduk dari suatu Negara dengan penduduk dari Negara lain. Istilah penduduk di sini tidak hanya menunjuk pada individu, namun juga perusahaan, unit-unit ekonomi pada umumnya, dan bahkan pemerintah. Namun, hadiah dan beberapa bentuk transfer (yang tidak disertai dengan pembayaran) juga dimasukkan dalam pencatatan neraca pembayaran dari suatu Negara. Agar tidak menimbulkan kerancuan, pengertian penduduk dari suatu Negara perlu diperjelas lebih jauh. Para diplomat, personil militer, wisatawan, dan para pekerja migrant musiman tetap dihitung sebagi penduduk dari Negara asalnya. Demikian pula, sebuah perusahaan dianggap sebagai penduduk dari Negara di mana ia berasal, akan tetapi cabang-cabang dan anak-anak perusahaannya yang tersebar di Negara-negara lain dihitung sebagai penduduk di Negara di mana mereka berada. Hal penting lainnya yang perlu diingat adalah setiap neraca pembayaran senantiasa memiliki dimensi waktu. Artinya apa yang dicatat di situ adalah arus pertukaran barang, jasa, hadiah, dan asset antara penduduk dari suatu Negara dengan penduduk dari Negara lain dalam kurun waktu tertentu.

B. Komponen Neraca Pembayaran Internasional
Pada dasamya neraca pembayaran terdiri dari beberapa komponen. Komponen pertama adalah neraca perdagangan {balance of trade), yang merupakan selisih nilai ekspor dan nilai impor barang. Neraca perdagangan yang mengalami surplus berarti bahwa ekspor barang lebih besar daripada impor barang. Jika negatif berarti nilai impor barang lebih besar daripada nilai ekspornya. Komponen kedua adalah neraca jasa yang merupakan selisih antara ekspor jasa dan impor jasa. Neraca jasa positif menunjukkan bahwa ekspor jasa lebih besar daripada impor jasa, bemilai negatif bila impor jasa lebih besar dari ekspornya. Apabila neraca perdagangan dan neraca jasa digabung, akan diperoleh neraca transaksi berjalan atau current account.

1.  Neraca Transaksi Berjalan (Current Account)
Neraca transaksi berjalan adalah gabungan dari neraca perdagangan dan neraca jasa. Neraca transaksi berjalan (current account) mencatat segenap arus perdagangan barang dan jasa serta transfer unilateral (satu arah). Kategori utama transaksi atau perdagangan jasa adalah transaksi untuk jasa perjalanan dan transportasi, penerimaan dan pengeluaran atas investasi asing, serta transaksi-transaksi militer. Transfer unilateral mengacu pada kiriman atau pemberian dana dari individu dan pemerintah domestik kepada pihak asing, serta berbagai kiriman dari pihak asing (pemerintah maupun individu) kepada pihak domestik (pemerintah atau individu) pendapatan dari ekspor barang dan jasa, serta penerimaan transfer unilateral masuk kedalam neraca transaksi berjalan sebagai kredit (+) karena transaksi itu membawa penerimaan pembayaran dari pihak luar negeri. Sebaliknya, pengeluaran untuk impor barang dan jasa serta pengeluaran transfer unilateral masuk kedalam neraca transaksi berjalan sebagai debet (-) karena hal itu mengakibatkan kewajiban pembayaran pihak domestik kepada pihak luar negeri.
Transaksi ekspor meliputi ekspor barang dan ekspor jasa. Ekspor barang meliputi barang-barang yang bisa dilihat secara fisik seperti minyak, kayu, tembakau, timah dan sebagainya. Ekspor jasa misalnya penjualan jasa-jasa angkutan, tourisme, dan asuransi. Dalam transaksi jasa ini termasuk juga pendapatan dari investasi capital di luar negeri. Impor barang misalnya barang konsumsi, bahan mentah untuk industri. Sedang impor jasa meliputi pembelian jasa-jasa dari penduduk negara lain. Termasuk dalam impor jasa adalah pembayaran pendapatan (bunga, deviden, atau keuntungan) untuk modal yang ditanam di dalam negeri oleh penduduk negara lain.
Transaksi yang sedang berjalan mempunyai arti khusus.Surplus transaksi berjalan menunjukkan bahwa ekspor lebih besar daripada impor. Ini berarti bahwa suatu Negara mengalami akumulasi kekayaan valuta asing, sehingga  mempunyai saldo (+) dalam investasi luar negeri. Sebaliknya defisit transaksi beijalan berarti impor lebih besar daripada ekspor, sehingga terjadi pengurangan investasi di luar negeri. Dengan demikian transaksi berjalan sangat erat hubungannya dengan pendapatan nasional, karena ekspor dan impor merupakan komponen penghasilan nasional. Hal ini dapat dilihat pada persamaan:
Y= C+I+G+(X-M)
Dimana Y adalah pendapatan nasional, C untuk pengeluaran konsumsi, I pengeluaran investasi (swasta), G adalah pengeluaran pemerintah |dan (X-M) adalah neraca perdagangan (netto).
Apabila (X-M) positif berarti (C+I+G)<Y, implikasinya bahwa suatu negara   menghasilkan lebih banyak dari yang digunakan sehingga kelebihannya dijual ke luar negeri. Sebaliknya (X-M) negatif berarti negara tersebut pengeluarannya lebih besar daripada yang dihasilkannya. Dengan demikian jelas bahwa suatu negara akan bisa memperbaiki neraca perdagangannya apabila dapat meningkatkan hasil nasional lebih besar daripada penggunaannya. Ada 3 persoalan pokok yang dapat menimbulkan defisit dalam neraca transaksi berjalan yaitu (Roswita dalam Supriyanto dan Agung F Sampurna, 1999):
a.  Defisit neraca perdagangan lebih besar dari surplus neraca jasa
b.  Defisit neraca jasa lebih besar dari surplus neraca perdagangan
c   Defisit neraca perdagangan disertai defisit neraca jasa
Tiga persoalan diatas sekaligus menunjukkan ringan dan beratnya defisit dalam neraea transaksi berjalan.
Persoalan lama yang dihadapi Indonesia mengenai transaksi luar negeri adalah defisit dalam neraca jasa. Defisit ini disebabkan oleh defisit dalam transaksi jasa migas dan non migas. Dalam hal jasa minyak misalnya Indonesia harus membayar kontrak karya (contract of work = COW), bagi hasil (production sharing) yang cukup besar kepada kontraktor asing yang memang memiliki teknologi canggih. Sedangkan untuk transaksi jasa non migas defisit neraca jasa juga disebabkan oleh masih tingginya freight on impor (biaya perkapalan) disamping interest payment (pembayaran bunga) dan profit transfer untuk para investor penanaman modal asing (Widodo, 1990:92).

2. Neraca Modal (Capital Account)
Neraca modal merupakan bagian dari neraca pembayaran yang khusus mencatat arus masuk dan arus keluar dari pinjaman dan investasi asing, serta segenap pembayaran bunga dan cicilan hutang. Neraca modal menunjukkan perubahan dalam harta kekayaan (asset) negara di luar negeri dan asset luar negeri di negara itu, di luar asset cadangan pemerintah.
Kenaikan dalam aset negara di luar negeri dan pengeluaran dalam aset luar negeri di negara itu (selain daripada aset pemerintah) merupakan arus keluar modal (capital outflow) atau debet (-), karena hal itu menyebabkan pembayaran kepada pihak asing. Dilain pihak penurunan dalam asset negara tersebut di luar negeri dan kenaikan asset luar negeri di negara itu adalah arus masukan modal (capital) atau kredit karena hal itu menimbulkan penerimaan dari orang asing. Transaksi modal dapat dibagi dua, yaitu (Halwani, 2002:168):
1) Transaksi modal jangka pendek, meliputi:
a) Kredit untuk perdagangan dari negara lain (transaksi kredit) atau kredit perdagangan yang diberikan kepada penduduk negara lain (transaksi debet).
b)  Deposito bank di luar negeri (transaksi debet) atau deposito bank didalam negeri milik penduduk negara lain (transaksi kredit).
c)  Pembelian surat berharga luar negeri jangka pendek (transaksi debet) atau penjualan surat berharga dalam negeri jangka pendek kepada penduduk negara lain (transaksi kredit).
2) Transaksi modal jangka panjang, meliputi:
a)  Investasi langsung di luar negeri (transaksi debet) atau investasi asing di dalam negeri (transaksi kredit).
b) Pembelian surat-surat berharga jangka panjang milik penduduk negara lain (transaksi debet) atau pembelian surat-surat berharga jangka panjang dalam negeri oleh penduduk asing (transaksi kredit).
c)  Pinjaman jangka panjang yang diberikan kepada penduduk negara lain (transaksi debet) atau pinjaman jangka panjang yang diterima dari penduduk negara lain (transaksi kredit). Jadi setiap transaksi modal yang menyebabkan kenaikan (penurunan) kekayaan suatu negara di luar negeri merupakan aliran modal keluar (masuk) atau merupakan transaksi debet (kredit). Demikian juga setiap transaksi modal yang menyebabkan kenaikan (penurunan) kekayaan asing di dalam negeri merupakan aliran modal masuk (keluar) atau merupakan transaksi debet (kredit).

3.  Cadangan Devisa
Cadangan devisa adalah sejumlah valuta asing yang dicadangkan dan dikuasai oleh bank sentral (di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia). Dana ini digunakan untuk membiayai impor dan kewajiban lain kepada pihak asing, seperti pembayaran pinjaman luar negeri. Besar kecilnya cadangan devisa tergantung pada neraca pembayaran. Cadangan devisa berasal dari dua sumber, yaitu pendapatan ekspor bersih atau surplus neraca modal (B. E Julianery dalam Hariawan Rahwanto, 2007).

4.   Selisih Perhitungan
Rekening ini merupakan rekening penyeimbang apabila nilai transaksi-transaksi kredit tidak persis sama dengan nilai transaksi-transaksi debit. Dengan adanya rekening selisih perhitungan ini maka jumlah total nilai sebelah kredit dan debit dari suatu neraca pembayaran internasional akan selalu sama {balance).

C.  Struktur Neraca Pembayaran
Dilihat dari strukturnya, neraca pembayaran dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu transaksi berjalan dan transaksi modal. Masing-masing komponen dalam kelompok terdiri dari sisi kredit dan debit. Sisi kredit mencatat  transaksi-transaksi yang menimbulkan hak bagi penduduk suatu negara untuk menerima pembayaran. Sisi debit mencatat transaksi-transaksi yang menimbulkan kewajiban membayar bagi penduduk suatu negara terhadap penduduk negara lain. Struktur neraca pembayaran terdiri dan beberapa komponen berikut ini (Sugiyono, 2002:17-18):
a. Transaksi berjalan
1. Perdagangan barang
1.1. ekspor
1.2. impor
2. Jasa-jasa
3. Penghasilan
4. Transfer
b. Transaksi modal dan keuangan
1. Transaksi Modal
2. Transaksi keuangan di luar cadangan devisa
1.1. Penanaman modal langsung
1.2. Investasi surat berharga
1.3. Investasi lainnya
c. Perubahan cadangan devisa
d. Selisih perhitungan

D. Prinsip-Prinsip Akuntansi Neraca Pembayaran
Pada bagian ini akan dibahas mengenai beberapa prinsip pokok akuntansi yang digunakan dalam penyusunan neraca pembayaran. Setiap transaksi yang mengakibatkan suatu pembayaran kepada pihak luar negeri akan tercatat masuk ke dalam neraca pembayaran sebagai debet serta dibubuhi tanda negative (-), sedangkan setiap transaksi yang menghasilkan penerimaan dari pihak luar negeri tercatat masuk sebagai kredit dan diberi tanda positif (+). Pada dasarnya terdapat dua jenis transaksi internasional yang dicatat dalam setiap neraca pembayaran. Yang pertama adalah transaksi-transaksi yang berkaitan dengan ekspor atau impor barang dan jasa, yang tentu saja langsung masuk ke dalam neraca transaksi berjalan. Sedangkan yang kedua adalah transaksi-transaksi yang berkaitan dengan pembelian atau penjualan asset-asset. Asset sendiri adalah suatu benda penyimpan kekayaan, seperti uang, saham, pabrik, surat hutang pemerintah, tanah atau perangko langka. Semua kegiatan jual-beli internasional atas berbagai asset tersebut akan dicatat dalam neraca modal.
1. Debet dan Kredit
Setiap transaksi internasional dapat diklasifikasikan sebagai kredit atau debet. Transaksi kredit adalah setiap transaksi yang mengandung penerimaan pembayaran dari pihak asing. Sedangkan yang dimaksud sebagai transaksi debet adalah setiap transaksi yang melibatkan penyerahan pembayaran kepada pihak asing. Semua transaksi kredit masuk dalam neraca pembayaran dengan tanda positif (+), sedangkan transaksi-transaksi debet masuk dengan tanda negatif (-).
Dengan demikian, transaksi-transaksi ekspor barang dan jasa, transfer unilateral atau hibah yang diterima dari pihak asing serta arus-arus masuk modal atau asset financial akan dicatat dalam neraca pembayaran sebagai kredit (+) karena transaksi-transaksi tersebut melibatkan penerimaan pembayaran dari pihak asing. Sebaliknya, transaksi impor berbagai jenis barang dan jasa, transfer unilateral atau hibah yang diberikan kepada pihak asing, serta arus-arus keluar modal yang masing-masing melibatkan pembayaran kepada pihak asing dengan sendirinya akan dicatat sebagai debet (-) di dalam neraca pembayaran Negara tersebut.
Arus masuk modal (capital inflows) dapat berlangsung dalam dua bentuk, yakni kenaikan asset luar negeri yang dimiliki oleh suatu Negara atau penurunan asset Negara tersebut yang berada di luar negeri. Sebagai contoh, ketika seorang penduduk Inggris membeli saham perusahaan Amerika, maka asset luar negeri di Amerika Serikat meningkat. Ini merupakan sebuah arus masuk modal bagi Amerika dan akan dicatat sebagai kredit pada neraca pembayaran karena hal tersebut melibatkan penerimaan pembayaran dari pihak asing. Arus modal masuk juga dapat berlangsung dalam bentuk penurunan asset-asset milik suatu Negara yang berada di luar negeri. Sebagai contoh, saat seorang penduduk Amerika menjual saham perusahaan asing, maka asset Amerika yang berada di luar negeri pun berkurang. Ini merupakan arus masuk modal bagi Amerika dan akan dicatat sebagai kredit pada neraca pembayaran karena transaksi tersebut mencakup penerimaan pembayaran dari pihak asing.
Sebaliknya, arus keluar modal (capital outflows) dapat berlangsung sebagai kenaikan asset milik suatu Negara yang ada di luar negeri atau penurunan asset luar negeri yang ada di Negara tersebut, karena keduanya sama-sama mencakup pembayaran kepada pihak asing. Sebagi contoh, pembelian obligasi resmi pemerintah Inggris oleh seorang penduduk Amerika akan meningkatkan asset milik Amerika yang ada di luar negeri dan hal tersebut akan tercatat sebagai debet pada neraca pembayaran Amerika, kerena hal itu mencakup pembayaran kepada pihak asing. Demikian pula, penjualan cabang perusahaan Jerman yang ada di Amerika akan menurunkan asset luar negeri yang ada di Amerika dan hal itu juga merupakan suatu arus keluar modal dan tercatat sebagi debet pada neraca pembayaran Amerika karena penjualan perusahaan Jerman itu akan mencakup pembayaran oleh Amerika kepada pihak asing (Jerman).
Sebagai rangkuman perlu dikemukakan kembali bahwa transaksi ekspor barang dan jasa, penerimaan transfer unilateral, dan arus masuk modal merupakan kredit (+) karena semua transaksi tersebut mencakup penerimaan pembayaran dari pihak asing. Sebaliknya, transaksi impor barang dan jasa, transfer unilateral kepada pihak asing, dan arus masuk modal akan tercatat sebagai debet (-) karena semua itu mencakup pembayaran kepada pihak asing.



2. Prinsip Pencatatan Ganda dalam Pembukuan
Dalam transaksi internasional oleh suatu Negara, prosedur pokok asuransi yang biasa digunakan adalah apa yang disebut sebagai prinsip pencatatan ganda (double-entry bookkeeping). Itu berarti setiap transaksi internasional harus dicatat dua kali, yakni sekali sebagai kredit dan sekali sebagai debet, keduanya dalam jumlah yang persisi sama. Alasannya adalah setiap transaksi senantiasa memiliki dua sisi. Kalau kita menjual sesuatu maka kita akan menerima pembayarannya, sebaliknya kalau kita memperoleh sesuatu maka dengan sendirinya kita harus membayar untuk itu.
Sebagai contoh, kita umpamakan saja bahwa ada sebuah perusahaan Amerika yang mengekspor barang senilai $500 kepada mitranya di luar negeri, dan hal itu akan dibayar dalam jangka tiga bulan mendatang. Pertama-tama Amerika akan mencatat kredit berupa transaksi ekspor barang sebesar $500 karena ekspor barang tersebut akan membuahkan penerimaan pembayaran dari pihak asing. Pembayaran itu sendiri nantinya akan dicatat sebagai debet pada pos modal jangka pendek karena hal itu mencerminkan arus keluar modal jangka pendek dari Amerika. Jadi, dengan kesediaan menunggu selama tiga bulan untuk memperoleh pembayarannya, maka eksportir Amerika itu sesungguhnya memberikan semacam kredit atau pinjaman kepada importer asing. Hal ini merupakan kenaikan asset milik Amerika yang berada di luar negeri dan karenanya akan masuk sebagai neraca pembayaran sebagai debet. Keseluruhan transaksi itu akan memasuki neraca pembayaran Amerika sebagai berikut:

Kredit (-)
Debet (+)
Ekspor barang
$500

Arus keluar modal jangka pendek

$500

Contoh berikutnya: Kita umpamakan saja bahwa seorang warga Amerika berkunjung ke London dan ia menghabiskan $200 untuk biaya hotel, makan, dan sebagainya. Penduduk Amerika tersebut membeli jasa-jasa wisata dari pihak asing yang tentu saja mengharuskannya mengadakan pembayaran kepada pihak asing tersebut. Dengan demikian, pengeluaran wisata Amerika itu akan masuk sebagai debet pada neraca pembayaran Amerika sebesar $200. Pembayaran itu sendiri juga akan masuk ke pos kredit jangka pendek karena hal itu mencerminkan kenaikan nilai tagihan pihak asing terhadap Amerika. Secara lebih spesifik, uang sebesar $200 di tangan warga Inggris itu berubah sebagai obligasi yang diterbitkan oleh pihak Amerika yang telah dibeli oleh Inggris sehingga setiap saat Inggris dapat menagih pembayarannya. Dengan kata lain hal tersebut merupakan kenaikan asset milik luar negeri di Amerika. Dengan demikian, hal itu jelas merupakan sebuah arus masuk modal bagi Amerika dan akan tercatat sebagai kredit pada pos modal jangka pendek sebesar $200. Keseluruhan neraca transaksinya akan tercatat pada neraca pembayaran Amerika sebagai berikut:

Kredit (-)
Debet (+)
Biaya wisata orang asing

$200
Arus masuk modal jangka pendek
$200


Berikut adalah contoh ketiga. Asumsikanlah bahwa pemerintah Amerika suatu ketika memindahkan sebagian rekeningnya yang berada di bank Amerika sebesar $100 untuk pemerintah sebuah Negara berkembang. Di sini, Amerika akan mencatat debet transfer unilateral (unilateral transfer) sebesar $100 karena penyediaan bantuan itu mencakup pembayaran Amerika kepada pihak asing. Pembayaran itu sendiri memperbesar saldo bank Amerika yang nantinya akan menyalurkan uang tersebut ke pemerintah Negara berkembang yang telah ditentukan. Hal ini merupakan kenaikan tagihan pemerintah asing atau asset milik pihak asing yang berada di Amerika, sehingga harus dicatat sebagai kredit atau arus masuk modal jangka pendek dalam neraca pembayaran Amerika. Keseluruhan transaksinya adalah sebagai berikut:



Kredit (-)
Debet (+)
Pembayaran transfer unilateral

$100
Arus masuk modal jangka pendek
$100


Untuk memperjelas permasalahannya, perhatikan contoh keempat berikut. Misalkan suatu ketika seorang penduduk Amerika membeli saham dari perusahaan Negara lain seharga $400 dan ia membayarnya dengan menempatkan sejumlah uang pada sebuah bank milik Negara lain yang berada di Amerika. Pembelian saham perusahaan asing itu sendiri merupakan peningkatkan asset milik Amerika di luar negeri. Tentu saja hal tersebut merupakan arus keluar modal dari Amerika dan akan tercatat sebagai debet pada pos modal jangka panjang sebesar $400 pada neraca pembayaran Amerika. Senagkan kenaikan saldo bank asing yang beroperasi di Amerika itu merupakan suatu kenaikan asset milik asing yang berada di Amerika (merupakan arus modal jangka pendek bagi Amerika) dan akan tercatat sebagai kredit pada pos modal jangka pendek dalam neraca pembayaran Amerika. Hal yang sama juga akan terjadi jika penduduk Amerika itu membayar saham perusahaan asing yang dibelinya itu dengan mengurangi sebagian saldonya pada rekeningnya di sebuah bank yang berada di luar negeri. Ini sesungguhnya merupakan salah satu bentuk asset jangka pendek milik Amerika di luar negeri dan sekaligus merupakan arus masuk modal jangka pendek bagi Amerika sehingga transaksinya harus pula tercatat sebagai kredit. Perhatika bahwa kedua transaksi tersebut sama-sama bersifat financial, dan akan tercatat pada neraca pembayaran Amerika sebagai berikut:

Kredit (-)
Debet (+)
Arus masuk modal jangka panjang

$400
Arus masuk modal jangka pendek
$400


Sebagai contoh terakhir, kita umpamakan ada seorang investor asing yang membeli obligasi resmi pemerintah Amerika sebesar $300, dan ia membayarnya dengan menarik sebagian saldo di rekening banknya yang ada di Amerika. Pembelian obligasi resmi pemerintah Amerika itu sendiri meripakan kenaikan asset milik pihak asing di Amerika. Hal tersebut tentu saja merupakan arus masuk modal bagi Ameriaka dan akan tercatat sebagai kredit pada pos jangka pendek dalam neraca pembayaran Amerika. Sedangkan penarikan sebagian saldo pada rekening milik si orang asing yang berada di bank Amerika itu merupakan penurunan asset milik pihak asing di Amerika. Oleh sebab itu, penarikan dana tersebut merupakan arus keluar modal dari Amerika dan tentunya akan tercatat sebagai debet pada pos modal jangka pendek di dalam neraca pembayaran Amerika. Perhatikan bahwa kedua transaksi tersebut ternyata asama-sama menyangkut arus masuk modal jangka pendek. Keseluruhan transaksinya akan tercatat dalam neraca pembayaran sebagai berikut:

Kredit (-)
Debet (+)
Arus masuk modal jangka pendek (pembelian U.S. Treasury Bills oleh orang asing)

$400
Arus keluar modal jangka pendek (pengurangan saldo pada rekening bank di Amerika)
$400


Seandainya kita dapat mengasumsikan bahwa kelima transaksi tersebut merupakan total transaksi internasional Amerika selama tahun yang bersangkutan, maka seluruh pencatatan yang terjadi pada neraca pembayaran Amerika adalah sebagai berikut:

Kredit (-)
Debet (+)
Barang
$500

Jasa

$200
Transfer unilateral

$100
Modal jangka panjang

$400
Modal jangka pendek, neto
$200

Total debet dan kredit
$700
$700

Saldo kredit modal jangka pendek sebesar $200 diperoleh dengan menambahkan kelima transaksi modal jangka pendek (yakni -$500, $200, $100, $400, $300, dan -$300) yang telah kita bahas secara terpisah di atas. Total debet persis sama dengan total kredit berkat diterapkannya prinsip pembukuan ganda.

E. Transaksi – Transaksi Internasional Amerika Serikat
             Tabel 14 – 1 berikut ini menyajikan rangkuman transaksi internasional Amerika Serikat untuk tahun 1992. Kredit masuk ke dalam neraca ditandai dengan tanda (+) sedangkan debet masuk ditandai dengan tanda (-).

Tabel 14 – 1 Rangkuman Transaksi internasional Amerika Serikat pada Tahun 1992 (dalam miliar dollar)
Ekspor barang, jasa, dan pendapatan investasi                                                 730
            Barang                                                                                                   440
            Jasa                                                                                                        180
            Penerimaan pendapatan dari asset Amerika Serikat di LN                  111
Impor barang, jasa, dan pembayaran investasi                                                -764
            Barang                                                                                                 -536
            Jasa                                                                                                      -123
            Pembayaran pendapatan investasi asing di AS                                   -104
Transfer unilateral neto                                                                                     -33
            Hibah pemerintah AS                                                                           -15
            Tunjangan pensiun pegawai AS dan transfer – transfer lainnya             -4
            Kiriman uang swasta dan, dan transfer lainnya                                    -14
Asset neto AS di LN (kenaikan / arus keluar modal (-))                                  -51
            Asset cadangan resmi AS, neto                                                               4
            Asset pemerintah AS, selain asset cadangan resmi AS                          -2
            Asset swasta AS                                                                                   -53
                        Investasi langsung                                                                     -35
                        Sekuritas asing                                                                          -48
                        Tagihan nonbank                                                                          5
                        Tagihan bank                                                                              25
Asset neto milik asing di AS (kenaikan / arus masuk modal (+))                   130
            Asset neto milik asing di AS                                                                 41
            Asset neto lainnya milik asing di AS                                                     89
                        Investasi langsung di AS                                                             2
                        Obligasi resmi & lainnya yg diterbitkan pemerintah AS           67
                        Kewajiban nonbank                                                                     1
                        Kewajiban bank                                                                         19
Alokasi SDR                                                                                                        0
Selisih statistic                                                                                                  -12
Memoranda
            Saldo neraca perdagangan barang                                                      -96
            Saldo neraca perdagangan jasa                                                             57
            Saldo neraca perdagangan barang dan jasa                                        -39
            Saldo pendapatan investasi                                                                     5
            Saldo neraca perdagangan barang & jasa, serta pdapatan investasi   -34
            Transfer unilateral neto                                                                       -33
            Saldo neraca transaksi berjalan                                                           -67

Dari table 14 – 1 di atas, dapat dijelaskan bahwa tahun 1992 AS mengekspor berbagai barang dan jasa keluar negri senilai $730 miliar, dengan rincian ekspor barang (produk otomotif dan suku cadangnya, bahan pangan dan minuman, dll.) sebesar $440 miliar. Ekspor jasa (jasa wisata dan transportasi, dll.) mencapai $440 miliar. Penduduk AS juga mendapatkan tambahan sebesar $111 miliar dalam bentuk suku bunga dan deviden yang mereka lakukan di luar negeri.
Tahun 1992 AS juga mengimpor berbagai barang dan jasa sebesar $764 miliar, dengan rincian impor barang (minyak mentah, produk otomotif, dll.) sebesar (-)$536 miliar. Impor jasa (jasa pariwisata dan transportasi, dll.) sebesar (-)$123 miliar. Dan imbalan royaliti yang dibayarkan kepada pihak asing serta suku bunga, dll. sebesar (-)$104 miliar.
Selain itu, AS juga mengadakan transfer unilateral neto kepada pihak asing sebesar (-)$33 miliar selama tahun 1992. Dengan rincian, hibah – hibah ekonomi dan militer kepada sejumlah Negara asing sebesar (-)$15 miliar, tunjangan pensiun dan berbagai transfer lainnya kepada Negara asing sebesar (-)$4 miliar, serta pengiriman kembali keuntungan neto dari usaha individual dan berbagai transfer lainnya (-)$14 miliar.
Cadangan asset milik AS di luar negeri tampak meningkat dengan jumlah neto (-)$51 miliar selama tahun 1992. Tercakup di dalamnya stok asset cadangan resmi AS sebesar (+)$4 miliar, stok asset milik pemerintah AS diluar asset cadangan resmi sebesar (-)$2 miliar, serta stok asset milik kalangan swasta Amerika yang diinvestasikan ke luar negeri sebesar (-)$53 miliar.
Asset cadangan resmi AS biasanya berupa simpanan emas lantakan yang dikuasai oleh otorita moneter Amerika, Special Drawing Rights (SDR, atau uang ciptaan IMF – terkenal dengan sebutan gold paper), simpanan milik AS yang tersimpan pada dana moneter internasional, serta berbagai jenis valuta asing yang dimiliki oleh otorita moneter Amerika.
Asset milik kalangan swasta Amerika yang berada di luar negeri sebesar (-)$53 miliar. Tercakup di dalamnya investasi langsung perusahaan – perusahaan Amerika sebesar (-)$35 miliar, kepemilikan sekuritas sebesar (-)$48 miliar, tagihan nonbank terhadap pihak asing sebesar (+)$5 miliar, serta kewajiban bank Amerika sebesar (+)$25 miliar.
Cadangan asset luar negeri AS dengan jumlah neto sebesar (+)$130 miliar pada tahun 1992. Hal ini meliputi asset cadangan luar negeri di AS sebesar (+)$89 miliar yang di dalamnya mencakup Investasi asing langsung di AS sebesar (+)$2 miliar, kepemilikan warga asing terhadap obligasi resmi pemerintah AS dan berbagai sekuritas yang diterbitkan oleh perusahaan / pemerintah AS sebesar (+)$67 miliar, kewajiban pembayaran nonbank kepada pihak asing sebesar (+)$1 miliar, serta kewajiban pembayaran bank – bank AS kepada pihak asing sebesar (+)$19 miliar. Pada tahun 1992 trsebut tidak tercatat alokasi SDR dalam neraca pembayaran Amerika.
Jika kita menjumlahkan total kredit untuk ekspor barang, jasa, dan pendapatan AS sebesar (+)$730 miliar, serta kenaikan neto asset cadangan luar negeri di AS  sebesar (+)$130 miliar, maka kita akan mendapatkan angka neto kredit total sebesar (+)$860 miliar sebagai transaksi internasional AS selama tahun 1992. Disamping itu, penjumlahan debet sebesar (-)$764 miliar untuk impor barang, jasa, dan pendapatan Amerika, untuk transfer unilateral neto sebesar (-)$33 miliar, serta kenaikan neto asset AS di luar negeri sebesar (-)$51 miliar, maka kita mendapatkan angka total debet sebesar (-)$848 miliar.
Karena angka total kredit sebesar (+)$860 miliar itu melebihi angka total debet yang jumlahnya mencapai (-)$848 miliar, jadi terdapat selisih $12 miliar, maka harus diadakan suatu transaksi pencatatan debet yang disebut sebagai selisih statistik sebesar (-)$12 miliar demi menyeimbangkan neraca pembayaran Amerika. Pengadaan catatan debet ini semata - mata dimaksudkan untuk menyamakan angka total kredit (termasuk selisih statistik) dengan angka total debet sebagaimana diwajibkan oleh prinsip pembukuan ganda dalam lazimnya praktek akuntansi.

F. Neraca Perhitungan dan Ketidakseimbangan dalam Transaksi Internasional
1. Neraca-Neraca Perhitungan
Dalam neraca pembayaran internasional, ada beberapa neraca perhitungan, yaitu:
a. neraca perdagangan barang
b. neraca perdagangan jasa
c. neraca perdagangan barang dan jasa
d. pendapatan investasi
e. neraca perdagangan barang barang dan jasa serta investasi
f. transfer unilateral neto
g. neraca transaksi berjalan

a. Neraca Transaksi Berjalan (Current Account). Yaitu neraca yang merangkum seluruh penjualan dan pembelian berbagai barang dan jasa pendapatan investasi dan transfer unilateral dari suatu negara.
b. Neraca Modal (Capital Account). Yaitu neraca yang merangkum perubahan asset milik suatu warga Negara di luar negeri, serta asset milik asing yang ada di Negara tersebut, diluar asset cadangan resmi. Perubahan asset cadangan resmi dan asset noncadangan resmi dipisahkan karena perubahan pada asset cadangan resmi selalu mencerminkan kebijakan pemerintah, bukannya kekuatan pasar.

Semua transaksi pada neraca berjalan dan neraca modal disebut sebagai transaksi otonom atau pos lini atas, karena semuanya berlangsung dalam dunia bisnis atau berdasarkan motif mendapatkan keuntungan (kecuali transfer unilateral) dan transaksi terebut berlangsung tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap neraca pembayaran. Sedangkan transaksi yang menyangkut aset cadangan resmi disebut transaksi akomodasi atau pos lini bawah karena transaksi ini dilakukan untuk menyeimbangkan transaksi internasional atau pencatatan neraca pembayaran secara keseluruhan. Setiap transaksi pos lini bawah ini dikelompokkan dalam suatu pos tersendiri yang seringkali disebut neraca cadangan resmi.
Jika total debet melampaui total kredit pada neraca transaksi berjalan dan neraca modal, maka saldo debet neto dapat mengukur besarnya defisit keseluruhan atas neraca pembayaran. Selanjutnya defisit ini harus diimbangi dengan kredit neto (neraca modal) yang sama besarnya dengan neraca cadangan resmi. Itu berarti defisit neraca pembayaran dapat diukur melalui adanya kelebihan debet dan kredit pada neraca transaksi berjalan dan neraca modal, atau bisa juga melalui kelebihan kredit terhadap debet pada neraca cadangan resmi. Sebaliknya, suatu Negara akan memperoleh surplus neraca pembayaran jika total kreditnya melampaui total debetnya pada neraca transaksi berjalan dan neraca modal. Seldo kredit neto menunjukkan besar kecilnya surplus tersebut dan hal itu harus pula diimbangi oleh saldo debet yang sama besarnya pada neraca cadangan resmi.

2. Ketidakseimbangan dalam Transaksi-Transaksi Internasional (GARAPANE SATYA)

G. Sejarah Moneter Internasional Pasca Perang Dunia Kedua: Pengalaman Amerika Serikat

Pada bagian pembahasan ini kita akan meninjau secara singkat sejarah moneter Internasional, khususnya yang dialami Amerika Serikat. Hal ini kita lakukan dengan bantuan table di bawah ini.

 Tabel Rangkuman Transaksi Internasional AS Periode 1960-1992 (miliar dolar)

Tahun

Nilai Ekspor Brg Dan Jasa
Nilai Impor Brg Dan Jasa
Neraca P’dagangan Brg
Saldo Neraca P’dagangan
Saldo Neraca Transaksi Berjalan
Kenaikan
 (-) Asset Cadangan Resmi AS
Kenaikan (+) Asset Cadangan Resmi Asing di AS
1960
31
-24
5
7
3
2
1
1961
31
-23
6
8
4
1
1
1962
33
-26
5
8
3
2
1
1963
36
-27
5
9
4
0
2
1964
40
-29
7
11
7
0
2
1965
43
-33
5
10
5
1
0
1966
46
-38
4
8
3
1
1
1967
49
-41
4
8
3
0
3
1968
55
-49
1
6
1
-1
-1
1969
60
-54
1
6
0
-1
-1
1970
68
-60
3
8
2
2
7
1971
72
-66
2
6
-1
2
27
1972
82
-79
-6
3
-6
0
10
1973
113
-99
1
14
7
0
6
1974
148
-137
-6
11
2
-1
11
1975
158
-133
9
25
18
-1
7
1976
172
-162
-9
10
4
-3
16
1977
185
-194
-31
-9
-14
0
37
1978
221
-230
-34
-9
-15
1
34
1979
288
-282
-28
6
0
-1
-14
1980
344
-334
-26
11
2
-8
15
1981
381
-364
-28
17
5
-5
5
1982
361
-356
-36
6
-11
-5
4
1983
351
-377
-67
-27
-44
-1
6
1984
390
-470
-112
-80
-100
-3
3
1985
378
-479
-122
-101
-124
-4
-1
1986
397
-523
-145
-126

0
36
1987
443
-587
-160
-144

9
45
1988
552
-655
-127
-102

-4
40
1989
634
-709
-116
-76

-25
9
1990
689
-747
-109
-58

-2
34
1991
708
-723
-74
-15

6
18
1992
730
-764
-96
-34

4
41


Dari table diatas, kita dapat melihat bahwa neraca perdagangan barang Amerika Serikat selalu positif selama dasawarsa 1960-an namun situasi berbalik secara drastic pada peride berikutnya. Secara umum hal ini mencerminkan adanya lonjakan tajam atas harga – harga minyak impor selama dasawarsa 1970-an dan tingginya nilai internasional dollar pada decade 1980an.
Seperti yang telah dijelaskan pada subbab sebelumnya dalam system kurs mengambang terkendali yang beroperasi sejak tahun 1973, deficit pada transaksi internasional Amerika Serikat itu hanya menunjukan sejauh mana intervensi yang dilakukan oleh otorita moneter Amerika dalam mendukung nilai tukar di pasar – pasar valuta asing. Bertolak dari pemahaman ini, maka berdasar table di atas, sejak tahun 1973, Amerika Serikat mengalami deficit transaksi internasional yang jumlahnya lebih dari $30 miliar hanya pada tahun 1977, 1978, 1986,1987, 1988, 1990 dan 1992, jadi tidak secara terus menerus sejak tahun 1970 seperti yang diduga oleh banyak orang.
Besarnya deficit neraca pembayaran Amerika Serikat pada tahun 1970 dan 1971 itu terutama diakibatkan oleh lumpuhnya system kurs baku yang kemudian digantikan oleh system kurs mengambang terkendali yang beroperasi hingga saat ini. Namun sebelum kita berganti topic terlebih dahulu kita harus memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kelemahan-kelemahan analisis yang acapkali terkandung dalam setiap laporan transaksi internasional dari suatu Negara. Pertama-tama, selama ini terlalu banyak perhatian yang diberikan pada neraca perdagangan barang dan data-data yang berjangka oran transaksi internasional dari suatu negara.k mengenai kelemahan-kelemahan analisis yang acapkali terkandung dpendek. Alasannya mungkin adalah neraca perdagangan barang per triwulanan merupakan data yang pertama tersedia dan yang paling mudah diperoleh. Data-data per triwulanan inilah yang sering digunakan untuk menyusun data tahunan. Padahal, sifatnya sama sekali berbeda dengan data tahunan, sehingga tidaklah tepat jika menggunakan data per triwulanan itu untuk menyusun laporan tahunan. Sepintas lalu, saldo positif pada neraca perdagangan tampak menguntungkan, namun adakalanya hal ini menyesatkan karena saldo positif bias juga berarti Negara yang bersangkutan tidak memiliki barang yang memadai untuk dikonsumsi atau diproduksi secara domestic.
Hal penting lainnya yang sangat perlu untuk diingat adalah bahwa masing-masing transaksi internasional memilki kaitan yang sangat erat, dan satu sama lain tidaklah berdiri sendiri. Sebagai contoh, pemotongan bantuan luar negeri oleh pemerintah Amerika akan menurunkan kemampuan Negara-negara penerimanya (kebanyakan Negara berkembang) untuk mengimpor berbagai barang dan jasa dari Amerika, yang pada gilirannya akan menurunkan tingkat produksi domestic di Amerika sendiri.
Berdasarkan peraturan – peraturan dari Dana Moneter Internasional yang dibentuk pada tahun 1947, segenap Negara anggota diwajibkan untuk senantiasa memelihara kurs baku mereka berdasarkan nilai patokan tertentu, kecuali jika mereka menghadapi apa yang disebut sebagai ketidakseimbangan fundamental, yaitu deficit neraca perdagangan actual atau potensial yang cukuo besar dan bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Semua Negara kecuali Amerika Serikat dapat melakukan intervensi terhadap pasar valuta asing dengan menggunakan mata uang utama, yakni dollar Amerika. Dollar Amerika menjadi sebuah media pertukaran internasional tersendiri, dan bersama – sama dengan emas, merupakan elemen atau bentuk asset cadangan internasional yang utama. Sementara itu, Amerika Serikat diwajibkan untuk membakukan mata uangnya terhadap emas dengan harga $35 per ons wmas. Artinya, Amerika Serikat bersedia menerima penukaran dollar-nya dalam jumlah berapapun dengan emas pada harga resmi. Karena jaminan inilah maka nilai dollar begitu kuat dan diakui, sehingga pada akhirnya nilai dollar tidak kalah dengan nilai emas sendiri.
Meskipun demikian, karena jumlah dollar yang dimiliki oleh Negara – Negara lain semakin lama semakin banyak sehingga lambat laun nilainya melampaui total emas yang dimiliki oleh Amerika Serikat, maka pada akhirnya Amerika SErikat harus mengakui bahwa ia tidak dapat lagi mempertahankan komitmennya untuk bersedia menerima penukaran dollar dalam jumlah berapapun dengan emas. Masalah ini diperburuk oleh mulai terciptanya deficit besar pada neraca pembayaran Amerika Sserikat pada tahun 1970, yang disusul oleh prosprk yang lebih suram lagi pada 1971. kondisi inilah yang mendorong pemerintah Amerika untuk secara sepihak membatalkan konversibilitas pada Agustus 1971, dan selanjutnya pemerintahpun memutuskan untuk mendevaluasikan dollar sebesar 9% yaitu dengan cara meningkatkan harga emas menjadi $38 per ons. Bahkan kekacauan financial yang lain menyebabkan emas naik hingga $42,22 per ons pada Februari 1973. maka dimulailah kurs mengambang sejak Maret 1973.
Antara tahun 1977 hingga 1982, saldo neraca perdagangan barang Amerika Serikat terus mengalami kemerosotan. Hl tersebut menyebabkan berbagai produk ekspor Amerika menjadi jauh lebih mahal dibandingkan dengan produk sejenis dari Negara lain, sedangkan nilai impornya mengalami lonjakan yang sangat tajam pada waktu yang bersamaan, dan karena itulah neraca perdagangannya terus dirundung deficit. Hal itu secara umun dianggap sebagai biang keladi hilangnya sejumlah besar lapangan kerja domestic, antara lain di sector otomotif, baja, tekstil dan berbagai industri matang lainnya.

H. Posisi Investasi Internasional Amerika Serikat
Kalau neraca pembayaran dari suatu negara menghitung arus transaksi perdagangan barang, jasa dan  modal internasional selama periode satu tahun , maka neraca atau posisi investasi internasional (international investment position) menghitung jumlah total dan distribusi asset yang dimiliki oleh suatu negara yang berada di luar negeri dan asset yang dimiliki oleh pihak asing yang berada di negara tersebut pada akhir tahun. Dengan demikian neraca pembayaran merupakan konsep sebuah arus pembayaran yang bersifat dinamis sedangkan posisi investasi internasional atau sering pula disebut sebagai neraca utang internasional (balance of iinternational indebtedness) merupakan sebuah konsep stok yang bersifat statis.
Manfaat laporan posisi investasi internasional dari suatu negara adalah laporan itu dapat digunakan untuk memproyeksikan arus pendapatan atau penghasilan di masa mendatang atau setiap penanaman modal atau investasi yang dilakukan oleh negara itu dan arus pembayaran terhadap investasi milik pihak asing yang berada di negara tersebut. Disamping itu penambahan arus modal dari suatu negara selama tahun tertentu dengan data posisi investasi internasionalnya di akhir tahun sebelumnya akan memberikan gambaran yang lebih baik serta terarah mengenai posisi investasi negara itu bila dibandingkan dengan negara-negara lain pada setiap akhir tahun. Untuk Amerika Serikat, misalnya data-data yang tersedia mengenai posisi investasi internasionalnya dapat memberikan gambaran bagi kalangan investor dan pelaku ekonomi lainnya mengenai seberapa banyak dan sebaik apa prospek investasi asing di Amerika dan investasi Amerika yang ada di Negara-negara lain dengan memperhitungkan perubahan-perubahan harga dan kurs yang berlangsung selama setahun sebelumnya.
Tabel 14-5 menyajikan data-data mengenai posisi investasi internasional Amerika Serikat pada akhir tahun 1960,1970,1980,1985, dan 1992. Ada tiga ukuran yang diberikan untuk tahun 1985 dan 1992 . Yang pertama (1985a dan 1992a) menghitung nilai investasi asing langsung berdasarkan biaya hsitoris (historial cost) dan nilai cadangan emas resmi atas dasar harga emas resmi yakni  $35 per ons. Sedangkan ukuran yang kedua (yakni 1985b dan 992b)menghitung investasi asing langsung berdasarkan biaya sekarang (replacement atau present value) dan nilai cadangan emas resmi berdasarkan harga pasar yang tengah berlaku pada saat yang bersangkutan. Sedangkan ukuran yang ketiga (yakni tahun 1985c dan 1992b) menghitung nilai investasi langsung dan cadangan emas resmi berdasarkan harga-harga pasar yang tercatat.

Tabel 14-5 Posisi Investasi Internasional Amerika Serikat pada Beberapa Tahun Terpilih Selama Periode 1960-1992 (dalam satuan milliar I akhir tahun)
 

1960
1970
1980
1985a
1985b
1985c
1992a
1992b
1992c
Posisi Investasi Internasional
Neto Amerika Serikat

45

59

106

-119

64

64

-706

-521

-611
Asset asset milik Amerika
di luar negeri
86
165
607
948
1174
1175
1746
2003
2113
Asset Cadangan resmi
19
14
27
43
118
118
72
150
150
Emas
18
11
11
11
86
86
11
90
90
SDR
0
1
3
7
7
7
9
9
9
Posisi cadangan di dana
Moneter Internasional (IMF)

2

2

3

12

12

12

12

12

12
Valuta Asing/devisa
0
1
10
13
12
13
40
40
40
Asset lainnya milik pemerintah
AS di luar negeri
17
32
64
88
88
88
81
81
81
Asset swasta Amerika di
Luar negeri

49

120

517

818

968

969

1593

1772

1882
Investasi langsung (PMA)
32
76
215
230
380
381
487
666
776
Sekuritas terbitan pihak
luar Negeri
10
21
53
112
112
112
327
327
327
Tagihan-tagihan bank
5
14
204
447
447
447
667
667
667
Bentuk lain
3
9
35
29
29
29
112
112
112
Asset milik pihak asing di AS
41
107
501
1068
1110
1111
2452
2524
2724
Asset-asset resmi
(milik pemerintah asing)
12
26
176
203
203
203
443
443
443
Asset milik pihak swasta asing
di AS
29
81
325
865
907
908
2009
2081
2281
Investasi langsung (PMA)
7
13
83
105
227
228
420
492
692
Bentuk lain
22
67
242
680
680
680
1589
1589
1589

Dari table tersebut kita dapat melihat posisi investasi internasional neto Amerika Serikat mengalami peningkatan dari $45 miliar di akhir tahun 1960 menjadi $106 miliar pada penghujung tahun 1980, namun kemudian mengalami penurunan yang sengat mencolok bahkan sampai menjadi  -$119 miliar di akhir tahun 1985 (gambaran ini akan tampakjelas jika investasi asing langsung dihitung berdasarkan biaya histories sedangkan nilai cadangan emas resmi dihitung berdasarkan harga resminya). Namun jika kita menggunakan patokan nilai sekarang dan harga-harga pasar yang tengah berlaku maka angka itu menjadi menjadi lebih kecil yakni “hanya” sekitar $64 miliar. Selanjutnya pada akhir tahun 1990, nilai-nilainya jika diukur dari kedua ukuran tersebut masing-masing adalah -$706 miliar, -$521 miliar, dan - $611 miliar. Dengan demikian, jelaslah bahwa diukur berdasarkan indikator mana pun, posisi investasi internasional neto Amerika Serikat memang telah mengalami kemerosotan yang sangat tajam sejak tahun 1980 terutama sejak tahun 1985
Tabel ini juga menunjukkan bahwa sejumlah asset milik Amerika yang berada di luar negeri mengalami kenaikan yang sangat tajam yakni dari $86 miliar di tahun 1960 menjadi lebih dari $1,7 triliun lalu $2,0 triliun dan akhirnya $2,1 triliun menurut masing-masing dari ketiga ukuran tersebut pada akhir tahun 1992. Sebagian besar lonjakan ini disebabkan oleh peningkatan investasi langsung (oleh perusahaan-perusahan dan para investor dari) Amerika Serikat  di luar negeri. Kenaikan ini tampak lebih mencolok lagi terutama sejak tahun 1970 sehubungan dengan telah melonjaknya tagihan bank-bank Amerika terhadap warga/pihak asing. Namun sementara itu nilai asset-asset milik pihak asing yang berada di Amerika Serikat mengalami peningkatan yang lebih cepat lagi ketimbang nilai asset milik Amerika yang ada di luar negeri yakni dari $41 miliar di tahun 1960 menjadi lebih dari $2,4 triliun, $2,5 triliun dan $2,7 triliun, menurut hitungan masing-masing dari ukuran diatas pada akhir tahun 1992
Pada table 14-5 ada dua hal penting yang perlu dikemukakan berkaitan dengan data-data tersebut. Pertama, Amerika Serikat sesungguhnya telah menjadi Negara pengutang neto sejak tahun 1985 (yakni ketika penanaman modal asing langsungnya dihitung berdasarkan biaya histories dan nilai cadangan emas resminya dihitung berdasarkan harga resmi) dan juga tahun-tahun setelah tahun 1985 (yakni ketika penanaman modal asing langsungnya dihitung berdasarkan biaya sekarang atau nilai pasar dan cadangan emas resminya dihitung berdasarkan harga resmi). Perubahan status Amerika Serikat dari Negara kreditor menjadi debitor ini terjadi untuk pertama kalinya sejak tahun 1914. Sebagai salah satu Negara Negara terkaya di dunia hal init terasa luar biasa. Kedua, lonjakan tajam berbagai jenis asset di Amerika yakni mulai dari obligasi resmi pemerintah Amerika sampai deposito yang tersimpan di bank-bank Amerika milik warga asing menurut turut mengakibatkan terjadinya lonjakan suku bunga di Amerika. Namun lonjakan ini sulit dicegah karena Amerika Serikat justru menggunakan dana pinjaman itu untuk membiayai defisit anggaran federalnya sejak pertengahan dasawarsa 1980an.     
Alasan-alasan lain atas terjadinya arus masuk dana secara besar-besaran ke Amerika Serikat selama tahun 1980an itu adalah pesatnya pemulihan ekonomi Amerika  setela terpukul resesi pada awal tahun 1980an dan stabilitas politiknya yang terjamin. Lebih tingginya suku bunga dan arus masuk modal neto secara besar-besaran ke Amerika itu juga menyebabkan apresiasi tajam dolar dari tahun 1980 hingga tahun 1985 yang selanjutnya mengakibatkan deficit perdagangan Amerika yang sangat besar. Kesimpulan yang tidak bisa kita tolak dari table 14-5 adalah bahwa posisi investasi internasional Amerika mengalami kemerosotan yang sangat tajam sejak awal tahun 1980an dan bahwa Amerika sekarang ini adalah sebuah Negara pengutang yang sangat besar (bahkan terbesar di dunia)






















BAB III
PENUTUP

Dari penjelasan yang telah dipaparkan di atas, dapat di ambil beberapa kesimpulan yang sekiranya dapat mewakili isi makalah secara keseluruhan. Kesimpulan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Neraca pembayaran adalah sebuah rangkuman laporan dari semua transaksi ekonomi yang dilakukan oleh penduduk dari suatu Negara dengan penduduk dari Negara lain selama periode tertentu, biasanya satu tahun. Tujuan utama penyusunan neraca pembayaran adalah menyajikan informasi kepada otorita moneter mengenai posisi internasional yang dimiliki oleh Negara yang bersangkutan, dan juga untuk membantu kalangan perbankan, perusahaan, dan individu-individu yang terlibat dalam perdagangan dan keuangan internasional dalam menyusun keputusan-keputusan bisnis yang terbaik.
  2. Tansaksi-transaksi internasional dapat diklasifikasikan sebagi transaksi debet atau kredit. Transaksi debet adalah transaksi yang mencakup kewajiban pembayaran kepada pihak asing. Sebaliknya, transaksi kredit adalah transaksi yang mencakup penerimaan pembayaran dari pihak asing. Ekspor atas berbagai barang dan jasa, transfer unilateral dari pihak asing, serta arus masuk modal merupakan transaksi-transaksi kredit dan akan masuk ke dalam neraca pembayaran dengan tanda positif. Sedangkan impor berbagai barang dan jasa, transfer unilateral kepada pihak asing, merupakan transaksi-transaksi debet dan akan masuk ke dalam neraca pembayaran dengan tanda negative. Setiap transaksi dicatat dua kali, sekali sebagai kredit dan sekali lagi sebagi debet dalam jumlah yang sama. Ini merupakan perwujudan prinsip pencatatan ganda dalam akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan neraca pembayaran.
  3. Segenap transaksi yang menyangkut barang dan jasa muncul pada neraca transaksi berjalan, sedangkan penjualan atau pembelian asset-asset masuk ke neraca modal; kedua neraca ini merupakan bagian dari neraca pembayaran. Deficit neraca pembayaran harus diimbangi dengan surplus neraca modal dalam jumlah yang sama. Sebaliknya, surplus transaksi berjalan harus diimbangi oleh defisit neraca modal. Dengan demikian, selisih antara pendapatan ekspor dan pengeluaran impor harus diimbangi dengan penarikan pinjaman yang kelak harus dibayar kembali beserta bunganya.
  4. Perubahan asset milik suatu Negara di luar negeri dan asset milik asing di dalam suatu Negara merupakan hal-hal pokok yang tercatat dalam neraca modal Negara yang bersangkutan. Semua transaksi dalam neraca transaksi berjalan dan neraca modal disebut sebagai transaksi otonom, atau transaksi lini atas. Jika total debet atas transaksi-transaksi otonom melampaui total kreditnya, maka Negara yang bersangkutan mengalami difisit pada neraca pembayarannya yang besarnya sama dengan saldo debet neto. Deficit ini harus diimbangi dengan saldo kredit neto dalam jumlah yang sama berupa pengadaan transaksi akomodasi atau transaksi lini bawah. Transaksi-transaksi akomodasi itulah yang tercatat sebagi perubahan pada asset cadangan resmi Negara bersangkutan dan perubahan dalam asset cadangan resmi milik asing di dalam Negara bersangkutan. Setiap transaksi bank sentral di pasar valuta asing swasta disebut sebagai intervensi devisa resmi. Intervensi ini penting karena merupakan cara yang harus ditempuh oleh bank sentral guna menyesuaikan jumlah uang beredar. Suatu Negara yang mengalami deficit neraca pembayaran harus menarik sebagian cadangan resmi internasionalnya atau manarik pinjaman dari bank sentral luar negeri guna menutup deficit tersebut. Sedangkan Negara yang mengalami surplus akan melakukan hal yang sebaliknya.
  5. Amerika untuk pertama kali mengalami deficit besar pada neraca penyelesaian resminya di tahun 1970. Hal ini disusul oleh deficit yang lebih besar lagi pada tahun 1971. Defisit-defisit ini merupakan akibat langsung dari lumpuhnya system kurs baku dan mulai terbentuknya system kurs mengambang terkendali. Akibat hal tersebut Amerika pada Tahun 1976 terpaksa menunda kalkulasi actual atas difisit atau surplus neraca pembayarannya, dan itu kemudian berlangsung pada tahun-tahun sesudahnya. Dalam menganalisis neraca pembayaran dari suatu Negara sangatlah penting bagi kita untuk tidak memberi perhatian yang terlalu berlebihan pada neraca perdagangan barang, dan kita juga harus ingat setiap transaksi internasional memiliki keterkaitan dan interdependensi yang sanagt kuat.
  6. Posisi intervensi internasional, pada intinya mengukur jumlah total dan distribusi asset-asset yang dimiliki suatu Negara yang berada di luar negeri dan asset-asset milik asing yang ada di Negara tersebut pada setiap akhir tahun. Kegunaannya terletak pada kemampuannya dalam memproyeksikan arus pendapatan di masa mendatang dari investasi asing yang ada di suatu Negara dan juga investasi Negara itu di Negara lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar